Contoh Pidato Tentang Globalisasi

Hai hai hai, sekarang gue mau share nih sebuah pidato yang gue buat sendiri buat ujian praktek Bahasa Indonesia yang diadakan tanggal 22 Februari lalu, berhubung gue kelas 9. Silahkan copas bagi yang membutuhkan. Niat gue pengen berbagi pendapat kok :) Take it slow guys, check it out ;)

Assalamualaikum WR. WB.


Salam sejahtera bagi kita semua. Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat dan karunia-Nya kita semua diberi kesempatan, tenaga, waktu, dan pikiran untuk berkumpul disini, di pagi hari yang cerah ini. Dan semoga salawat serta salam selalu terlimpahkan kepada junjungan nabi besar kita, Nabi Muhammad SAW.


Hadirin sekalian, Ibu Guru yang saya hormati dan semua teman-teman yang saya sayangi. Pertama-tama izinkanlah saya selaku Pembicara dalam acara "Cara Bersaing Menghadapi Globalisasi" untuk berterima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada Anda sekalian karena telah berkenan hadir disini. Dan tak lupa pula saya ucapkan terima kasih kepada segenap panitia yang telah bekerja keras sehingga acara ini dapat berjalan selancar yang telah direncanakan.


Hadirin yang saya hormati, sebelum kita masuk ke dalam inti pokok pembicaraan, marilah kita membahas apa itu globalisasi. Globalisasi bisa dikatakan suatu proses mendunia dimana semua negara, semua ras, dan semua kebudayaan dapat menyatu menjadi sebuah masyarakat besar, yang dinamakan masyarakat dunia. Negara kita, negara Indonesia, sebenarnya memiliki sangat banyak potensi untuk bisa menyamakan kedudukannya di mata dunia, sebagai negara yang bisa bersaing. Namun, Indonesia masih belum mampu untuk meningkatkan kualitas daripada kekayaan sumber daya alamnya, sumber daya manusianya, dan keberagaman kebudayaannya. Padahal dari faktor-faktor itulah kita dianggap beruntung oleh sebagian besar masyarakat dunia.


Hadirin yang berbahagia, Indonesia masih tergolong negara berkembang. Yang artinya tingkat kesehatan, tingkat pendidikan, dan tingkat kesejahteraannya masih tergolong rendah. Kita banyak tertinggal oleh negara-negara lain, terutama negara maju. Tetapi yang menjadi pertanyaan untuk kita adalah mengapa? Mengapa kita bisa tertinggal? Sebenarnya kita bisa bangkit. Kita bisa bersaing. Kita bisa menyamakan kedudukan. Seperti yang anda semua ketahui, banyak sekali orang-orang Indonesia yang hebat, yang berpotensial untuk memajukan negara kita. Mereka adalah orang-orang beruntung yang mendapat kesempatan untuk mempelajari budaya baru dan teknologi baru. Tetapi, kronisnya, sebagian besar dari mereka memilih untuk bekerja di luar negeri karena kita kalah dalam hal memberikan mereka kesejahteraan yang layak. Sedangkan sumber daya alam yang kita miliki, sebagian besar dieksploitasi oleh pengusaha-pengusaha asing dari luar negeri lewat perusahaan-perusahaan besar. Kita belum bisa menjaganya, melestarikannya, dan mengolahnya sehingga kita hanya bisa mengeruknya, menjual dengan harga yang sangat rendah ke luar negeri, disana diolah menjadi barang jadi berkualitas tinggi, dan diimpor oleh kita kembali. Betapa ironisnya dan lemahnya kita dalam manjaga apa yang sudah Tuhan berikan.


Hadirin sekalian, ada banyak sekali cara yang bisa kita pakai untuk mempersiapkan negara kita, tenaga kerja kita, dan pelajar-pelajar kita menghadapi globalisasi. Jika kita ingin menjadi sebuah negara yang maju, maka kita juga harus berpikiran maju, tetapi bukan berarti kita menjunjung westernisasi. Justru, kesadaran akan budaya yang sudah melekat pada harga diri kita yang menjadikan kita sebagai masyarakat Indonesia yang berpikiran maju. Hal kecil yang bisa kita lakukan sebagai siswa adalah dengan meningkatkan kesadaran diri dalam hal pembagian waktu, mendisiplinkan diri, teguh berprinsip,  tidak merokok, tidak terlibat kenakalan remaja, meningkatkan kepedulian kepada sesama dan lingkungan, serta mencari keterampilan unik yang akan menjadi suatu poin plus untuk kita. Dari hal-hal kecil seperti itulah nantinya kita dapat mengembangkan diri sebagai individu yang berpikiran maju.


Sedangkan hal kecil yang bisa kita lakukan sebagai masyarakat adalah dengan mencintai dan menggunakan produk dalam negeri. Usahakan jangan tergiur oleh harga-harga murah dari barang-barang impor yang belum tentu berkualitas baik. Dengan hal kecil itu, kita bisa menyejahterakan produsen-produsen dalam negeri, khususnya yang bergelut dalam bidang pertanian. Karena seperti yang Anda semua ketahui, pemerintah kita masih belum bisa membatasi dengan tegas barang-barang yang diimpor dari luar, yang sebenarnya bisa kita penuhi sendiri. Produk-produk dalam negeri itu nantinya, dapat mempertahankan kualitasnya dan akan mampu bersaing dengan pesaing-pesaing yang datang dari luar. Mereka tidak akan tergusur dan produsen kita akan tetap berjaya.


Kita juga bisa unggul dalam hal kebudayaan. Jika kita bisa mengemasnya dengan menarik, serta mempromosikannya secara besar-besaran, maka devisa negara akan berlipat ganda, yang artinya bisa menaikkan pendapatan per kapita negara. Sayang sekali jika kita membiarkan kebudayaan itu tidak dilestarikan. Kita sebagai masyarakat bisa bertindak.


Hadirin sekalian, saya yakin, Indonesia bisa menjadi sebuah negara yang maju. Mempunyai sumber daya manusia yang berkualitas, dan bisa bersaing dalam dunia internasional. Saya rasa cukup pidato saya hari ini. Saya meminta maaf yang sedalam-dalamnya jika ada kata-kata yang kurang berkenan apalagi menyinggung. Terima kasih saya ucapkan sekali lagi karena Anda telah bersedia mendengarkan pidato saya, pendapat saya.


Akhirul kata, selamat pagi dan Wassalamualaikum WR. WB.

Naah, gimana gan? Kalo ada kata-kata yang kurang atau terkesan gimanaa gitu ralat sendiri yaa~ Thanks udah baca :)

Comments

Popular posts from this blog

Mt. Lorokan 1100 mdpl (masl)

Mt. Puthuk Siwur, 1429 mdpl (masl). Nyebelin!

My Fencing Team's Soldiers