Posts

Showing posts from February, 2014

Cintaku Tak Mengenal Rintangan

 Originally made by Nurkhairana Aryanti Trikurnia.             Aku berdiri di depan pagar siang itu, menatap cakrawala senja yang perlahan mengisi langit. Matahari masih terik, namun bayang-bayang sudah mulai memanjang. Aku tak yakin akan apa yang ingin kulakukan selanjutnya. Setelah surat keputusan dari dokter tiba pagi ini, duniaku berubah hampa. Kini, melihat dan merasakan sosok kecil manja berada di pelukanku hanyalah tinggal impian yang takkan pernah bisa terwujud. Aku tidak bisa punya anak dan menderita selusin kelainan lainnya. Masih untung aku tidak menjadi seorang mutan sekalian.             Semua ini berawal dari penelitian yang ku ambil, walaupun aku tahu benar resikonya. Menceritakan detailnya hanya akan membuatku semakin pedih. Berkreasi dengan nuklir memang menjadi cita-citaku sejak awal dan takkan kubuang sedikit pun waktuku untuk tak mempelajarinya. Namu...

Kala Senja Tak Lagi Terlihat

Aku beringsut turun dari tempat tidur. Jam dinding menunjukkan pukul tiga dini hari lewat lima menit, dan terus berdetik. Kamar ini terasa dingin, sekaligus sepi dan tak bernyawa. Langit-langit yang dulu aku tatap dengan senyuman dan hembusan nafas tenang, kini ia harus menyaksikan tuannya menjadi begitu rapuh. Aku sudah mencoba tidur, namun apa daya, kantuk tak kunjung datang menghampiri.  Pena dan buku harianku yang tergeletak diatas meja menggelitik sukma niatan untuk menulis. Entah kenapa, hari ini terasa begitu melelahkan. Hati dan pikiranku sama-sama dilanda badai yang tak tahu kapan bisa aku redakan. Menulis selalu menjadi obat penghilang sedih dan dukaku, entah sejak kapan. Dengan sisa-sisa tenaga, aku mulai menorehkan tinta demi tinta di atas kertas.  Pertama, untaian senyum dan deraian air mata sunyi memandu paragraf-paragraf awal. Disini aku mulai menulis, berusaha mengikhlaskan seseorang yang begitu berharga pergi dari hidupku, mungkin untuk selamanya. Tak ada kata...