"Sebenarnya Aku Mencintaimu Hanya Saja Aku Tidak Mengatakannya"
Berhubung ada yang request, sebut saja Mawar, gue mau posting something berbau galau lagi nih. Judulnya terinspirasi dari cerpen yang keluar di UTS Bahasa Indonesia gue, Sebenarnya Aku Mencintaimu Hanya Saja Aku Tidak Mengatakannya karya Yuni Kristianingsih, 2003.
Lengkap amat sumbernye ye.
Jadi gini. Pernah nggak sih lo sayang sama seseorang, sayangggg banget, tapi lebih memilih untuk ga ngungkapin? Pernah nggak sih lo bersedia bertaruh nyawa (oke ini agak serem) untuk seseorang tapi nggak pernah lo utarain? Pernah nggak sih lo begitu mencintai seseorang dalam diam, karena lo tau confessing the truth won't change anything?
Pasti pernah. Gue juga. First love gue, kalo boleh jujur. Karena yang kedua kayanya sih sempet gue ungkapin. Gatau juga deh. Lupa abisnya gue ga mau terus nginget itu. Gue definitely ga mau nginget momen dimana harga diri gue udah kaya lumpuh. Otak, hati, sakit semua. Walaupun belum ada yang bisa nge-invasi hati gue (asik dong), walaupun belum ada yang bisa menggantikan senyum yang terpatri begitu dalam di ingatan gue, walaupun belum ada yang gue impikan dan doakan sewaktu malam, walaupun belum ada seorang pun. Ga ada yang seindah cinta pertama, they say. Ya. Tapi cinta yang datang setelahnya, pasti lebih indah karena mereka bisa membuat lo berpaling dari cinta pertama. So how .-.
Enough about myself. Jadi disini gue berusaha mendefinisikan secara detail sebuah cerita cinta dari seorang cewe. Mmm, i don't know where to start this. Mungkin gue berusaha kronologis aja deh ya.
Banyak dari kita suka nanyain gini: "Apa lo percaya sama cinta pada pandangan pertama?" Jawaban gue iya, tapi kita nggak bakal pernah bisa merasa yakin. Selama ini sih, gue ga pernah ngerasain yang namanya love at the first sight. Kalo ilfeel at the first sight sih sering. Gue ngeliat pantulan muka gue di cermin tiap pagi aja ilfeel. Cinta datang butuh waktu, makanya kadang dia suka ngaret. Ada tuh kan judul lagu Cinta Datang Terlambat? Yah itulah. 11-12 sama bus SBS Transit.
Cinta menurut definisi gue, karena gue itu yah hmm cewe yang sebenernya cold inside, gue ngerasain yang namanya sayang itu kalo gue bisa nangis untuk orang itu. Nangis gara-gara memang abis putus atau ada saudara meninggal atau satpam sekolah meninggal atau denger cerita sedih dari temen itu ga keitung yaaak. Nangis untuk orang yang gue sayang itu, bisa kapan aja.
"Bahkan mendengar suaranya saja, Tuhan, hatiku diselimuti rindu."
Bahkan mendengar namanya saja, Tuhan, hatiku berdesir cepat.
Bahkan membayangkan wajahnya saja, Tuhan, dalam kesendirian, aku bisa tersenyum.
Cuma gara-gara keadaan-keadaan diatas guys, atau cuma sekedar kangen, gue bisa nangis. Cewe itu pada dasarnya lemah. Psikopat pun, pasti punya hati. Sekuat-kuatnya cewe, dia pasti punya titik lemah. Inilah yang Allah maksud manusia nggak ada yang sempurna. Di segala aspek, kita ga sempurna. Hati kita dibuat untuk bisa merasa, pikiran kita dibuat untuk bisa dibodohi, perasaan kita dibuat untuk bisa menerima cinta.
Asik dong, lagi puitis banget gue. Kadang kalo lagi puitis tuh, truk brimob rasanya bisa melayang sendiri.
Pernah nggak sih lo tiba-tiba jatuh cinta sama orang yang udah lo kenal cukup lama? Pernah nggak sih lo ngerasain rasa yang beda padahal dulu nggak ada sama sekali? Nah kalo yang ini, belum tentu semua orang pernah. Tapi gejala ini lumayan sering dialami loh guys, ketika tiba-tiba orang yang tadinya biasa aja, now means your entire world. Orang yang tadinya ga lo peduliin, becomes the one you care most. Mungkin lo memang tetep nggak peduli kaya dulu, mungkin lo memang bersikap biasa aja, tapi jauh di dalam hati lo, lo tau kalo lo lagi membohongi perasaan lo sendiri. It's okay, really.
Ketika lo sayang sama orang, lo bakal berusaha membuat doi nyaman, berusaha membuat everything feels as normal as before. Membuat dia bahagia, walaupun lo akhirnya sering nangis di kamar. Acting all tough in front of him.
Padahal jauh di dalam hati gue tau, lo pengen banget ngehabisin waktu lo bareng dia, lo pengen banget bisa memandangi wajahnya puas-puas, lo pengen jadi alasan dibalik ketawa dan senyumnya dia, hal-hal kecil kaya gitu. Walaupun lo sendiri sakit, walaupun lo sendiri nggak pernah lagi cerita atau ngungkapin apa yang ada di dalam hati lo bahkan ke temen-temen terdekat. Walaupun lo keliatan tegar dan kuat bahkan seakan lo nggak pernah ngerasain yang namanya jatuh cinta, walaupun lo menyangkal itu kuat-kuat.
Lo itu manusia, sayang. It's okay to cry sometimes. Jantung lo terbuat dari jaringan yang ada umurnya. Perasaan lo terbuat dari serat-seat halus yang bisa terkoyak. Mungkin lo bisa bilang: "Selama dia bahagia, gue juga ikutan bahagia." Atau "Selama gue bisa berada di deket dia, gue udah bahagia." Atau "Semua udah ada yang ngatur, kalau memang gue ditakdirkan berakhir sama dia, it's okay kalau gue sakit sekarang."
Tapi jauh di dalam hati lo, gue tau itu sakit banget. Cuma bisa tersenyum saat dia berpaling, memuji saat dia berjalan menjauh, galau di tempat-tempat yang lo sadar doi nggak akan tau, say I love you when he's not listening, itu memang sakit. Tapi seenggaknya, lo nggak menghianati perasaan lo sendiri. Lo bersedia menanggung resikonya, dan bahkan nggak menuntut apapun dari doi.
Dan puncaknya, lo bahkan nggak menyerah. You're not even giving up on him. "Tuhan, beri aku kesempatan lebih lama untuk menatap indah parasnya" dan "Tuhan, beri aku waktu lebih panjang untuk merasa hangat akan hadirnya," jadi wishes lo tiap malem. Memang itulah struggle nya mencintai dalam diam.
Tapi at least, lo bener-bener menyimpan hati lo untuk dia, dan itu bener-bener hebat.
Comments
Post a Comment