Posts

Ramadhan Tahun Ini

Image
Ramadhan tahun-tahun sebelumnya, aku selalu bisa merasakan suasana hangat penuh canda, tawa dan keceriaan. Mayoritas anggota keluarga besar, walaupun tidak semuanya bisa berkumpul dalam satu waktu karena harus membagi waktu antara orangtua dan mertuanya, akan berkumpul di sebuah rumah besar berhalaman luas di Jember. Ya, rumah itu milik kakekku dari sisi Bapak. Eyang Kakung, sosok tertua dalam keluarga besar Bapak (dan kini, juga bagi Ibu) sekaligus pemersatu alasan kami berkumpul setiap akan lebaran. ‘Lebaran di Jember’ adalah favoritku. Walaupun dari tahun ke tahun keluarga kami harus bergantian berbagi jatah hari lebaran antara Surabaya dari sisi Ibu dan Jember dari sisi Bapak. Selain suasana adem yang ditawarkan kota dengan ketinggian 89 MDPL itu, Jember juga penuh canda. Berbeda dengan suasana harmonis namun serius yang dapat kurasakan setiap kali menghabiskan hari lebaran di Surabaya. Kami akan menggelar karpet dan kasur-kasur kecil di ruang tamu untuk tidur bersama bersisia...

Belongs In The Sea

To be competed in Creative Writing: Short Story Competition by Sasing UGM Karya dibawah ini sebelumnya belum pernah dipublikasikan di media manapun, cetak maupun elektronik. Dan karya ini adalah hasil karya saya sendiri.  Senja disposed of her bag full of textbooks down on the pavement road, releasing some weight from her stiffed shoulders. Her breath was heavy and her legs went all shaky after that long, stupid run from a bunch of gangsters she saw on the intersection. Senja knew that she would not have to turn around before they caught the glimpse of her back and ran for her life, when she got six knives secured in a pouch attached to her arms, hidden underneath her long-sleeved shirt. She would not have to fear anything when she knew best that at least, threats like this would come to haunt her eventually. Senja only had not gotten used to it, to be hunted. After soothing the tempo of her heartbeat, she continued her journey to home. Her eyes caught a squad of birds...

Tamu

Aku adalah seorang calon tamu. Dulu, hobiku adalah menangis di sudut kamar. Sebuah ruangan luas yang kosong, dengan langit-langit yang hampir runtuh.  Dulu, aku tak berani membuka pintu. Sebuah pintu yang terkunci dari dalam dengan engsel yang sudah berkarat.  Walau rumahku indah, dicat menawan dengan warna-warna yang bahagia. Gerbangnya terbuka lebar. Keluarga yang tinggal di dalamnya pun sangat ramah. Tak peduli siang maupun malam, ketika akhirnya aku merangkak keluar kamar untuk sekedar menghirup udara segar, mereka menawarkan bahunya.  Walaupun akhirnya aku kembali ke hobiku semula.  Lalu suatu hari, aku beranjak dewasa. Sebuah momentum membahagiakan yang menggugah semangatku untuk mulai membuka kisi-kisi jendela yang selama ini tertutup rapat. Kupersilahkan hangatnya cahaya mentari merembes melalui kisi-kisi itu dan menerpa kulitku yang dingin.  Namun, rasa hangat itu terasa sangat nyaman. Aku sampai lupa, bahwa dulu, kamarku juga pe...

Hanyalah Waktu

Malamku terbuai olehmu Rembulanku muncul seakan tahu Aku tak ingin sendirian malam itu Mungkin nanti,  Saat hatimu sudah tak terisi lagi Aku akan datang dengan segenap hati Yang dalam gelap, selama ini menanti Mungkin nanti,  Ketika tak ada lagi Yang menemanimu di kala kau sendiri Aku akan datang dengan suka hati Walau yang bisa kutawarkan hanyalah waktu Dan sepasang bahu Dan mungkin elusan lembut yang mendayu Walau mungkin hadirku tak pernah menyejukkan sukmamu Walau mungkin aku tak seindah yang dulu Namun aku akan tetap disitu Menantimu Dalam bayang-bayang panjang yang pilu Kau hanya perlu memanggil namaku Tak usah dengan panggilan sayang yang dulu Tak usah juga segan karena gengsimu yang tinggi itu Karena aku akan tetap disini Seperti rembulan yang muncul saat malamku mulai sepi Seperti ombak tenang yang membuai samuderaku dalam damai

TIPS AND TRICK MASUK PTN

Saat kuhirup udara pagi ini, bukan lagi sesak yang mendera, bukan lagi cemas yang tak kunjung reda, namun sebuah perasaan lega yang harum segarnya, memenuhi buaian indah kalbuku. Tiga tahun aku menulis impian, tanpa pernah menemukan suatu tonggak kokoh. Tiga tahun yang panjang, mengukir sebuah mimpi di kala rembulan mulai terang, mengingatnya. Suatu fondasi tempat aku mulai membangun harapan. Satu tahun aku berjuang mengikat pinggang, hanya bermodal pengetahuan terbatas, mengikuti alur seorang pelajar tahun terakhir yang terbuai angan.  Kemarin sore, tepat jam adzan maghrib berkumandang, sebuah pengumuman membuka jalan bagi mimpi-mimpiku. Telah resmi bisa kulupakan dua bulan penuh keringat dan pikiran negatif, telah berakhir penantian yang entah dari kapan mulai kutulis. Tanggal 9 Juli 2015, tepat jam setengah 6 sore, aku dinyatakan lulus ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan diterima pada jurusan pilihan pertama: Teknik Sistem Perkapalan double degree ...

Sang Mutiara Laut

Dalam pilu angin tengah malam Sang mutiara laut duduk dalam diam Akankah dirinya bersemayam Setelah melewati dekade yang kelam Ataukah dirinya akan menyapa bintang Setelah lolos dengan gemilang Sang mutiara laut duduk menopang dagu Tak ingin diganggu Nada-nada yang dulu membuatnya jemu Kini muncul bagai kelambu "Oh!" "Aku ingin tetap berjalan di lajurku!" Sang mutiara laut lantas berseru Maka dengan anggun, Sang mutiara laut berdiri tegak semampai Melangkahkan kaki menuju senja Walau artinya ia harus bertemu malam Walau ia tahu jemari kecilnya takkan sampai Ia berjalan membusungkan dada Menyambut singgasananya yang pernah karam

Cats are adorable

Image
Sugeng rawuh panjenengan-panjenengan sakabehane *javanese error detected* Oke. Sekilas tadi itu (maunya) sih kata sapaan dalam bahasa Jawa tapi kayanya gagal jadi jangan diikutin so hi. Kali ini gue pengen ngebahas tentang kucing. Kucing yang gue maksud itu bukan kucing gue karena gue dasarnya ga suka melihara kucing. Kucing-kucing yang sering nongol di ig dan path gue itu semuanya kucing kakak gue. Berhubung sekarang gue tinggal di Surabaya sama kakak gue, jadi deh gue majikan kucing-kucing (laknat) lucu itu juga.  Tapi beneran dan salut gue sama kakak gue. Dia yang ngasih makan, nge-absenin, mandiin, ngobatin, sampe bersihin tai dan pipis kucingnya dengan sangat ikhlas dan bahkan (sering) sambil ngakak karena yah...hmm...salah satu penampakan tainya kek gini:  Abis fotoin ini gue ga doyan lagi sama Monde Butter Cookies. Gila ya men, tai kucing itu super duper bau bangke banget dah. Gue aja ga bisa tahan 10 detik, kakak gue bisa bersihin. Dan kalo masih bau dia pel pake karbo...